DAS Siak = Susu Coklat Alami Pekanbaru City

Assalamualaikum Wa.Wb, sebelum mulai saya ingin menyapa teman setia chayoy semuanya dulu…hihihi! Apa kabar nich…? Moga baik-baik saja yach… sekaligus  salam buat sahabat teknik lingkungan universitas riau yang lagi lembur ngerjain laporan deadlinenya…hahahaha #mentang2 sudah selesai. Sekedar harmonisasi saja, sudah lama saya tidak berkecimpung dalam perkumpulan blogger pekanbaru atau bias disebut BERTUAH, karena disebabkan aktivitas kuliah saya, jadi tidak sempat lagi main ke sekre bertuah, gomen yach… *_^.  Lepas dari kesibukan aktivitas kuliah coba-coba buka pesbuk eh, ada pemberitahuan bahwa Giveaway Bertuah #7 telah DIBUKAAAAAA…YEEEEEESSSS !!! #senang kali lah, maklum akhir bulan.  Trakhir saya ikut  Giveaway Bertuah bertuah adalah yang ke 4 atau 5 karena setelahnya itu saya gak ikutan karena telat dapat info. Benar yang di katakan master bertuah, eh juri atau apa yach sebutannya… ???  jarak antar Giveaway Bertuah kali ini lumayan lama, kalau bisa tiap bulan….#hihihi.  Langsung Saja ke topic bahasan, pada kali ini Giveaway Bertuah #7 memberikan syarat artikel yang bertema “Share Your Story About Pekanbaru”.


Kira-kira pada tahu gak maksud dari judul artikel yang saya buat ini, Cubo pikia pakai utak ketek, pasti bisa…#bahasa planet dikit gpp kan. Mulai dari kata DAS Siak, maksudnya yaitu Daerah Aliran Sungai Siak dan susu coklatnya akan langsung di bahas dalam topiknya. Seperti yang kita lihat bersama bahwa sungai siak tidak dapat memenuhi fungsinya sebagaimana mestinya lagi di karenakan pencemaran yang terjadi disepanjang bantaran sungai itu. Kalau di Lihat memang kesadaran manusia akan merawat lingkungan itu semakin berkurang. Sungai siak sudah dalam kondisi tidak aman lagi, tapi sebagian masyarakat di bantaran DAS siak masih ada yang menggunakan air sungai yang tercemar itu sebagai kebutuhan MCK nya (Mandi-Cuci-Kakus), mereka yang menggunakan air sungai siak itu bukannya tidak sadar akan bahaya yang ditimbulkan tapi memang keadaanlah yang membuat mereka berbuat demikian, contohnya saya misalkan disini adalah dari segi ekonomi, warga di bantaran sungai umumnya bergolongan ekonomi rendah sehingga mereka tidak mampu untuk membuat kamar mandi sendiri didalam rumah, jadi mau tidak mau mereka terpaksa menggunakan air sungai siak sebagai gantinya…#Miris Sekali Sodara2. Tapi ada sebagian juga yang memamfaatkan sumber air sumur bor yang disediakan pemda tapi itupun air nya masih tergolong kurang aman.  Banyak Penyebab sehingga Das Siak bisa tercemar seperti sekarang, kalau saya sebutkan rinci-rinci nya akan menjadi sangat panjang, maka akan saya jabarkan secara umum saja. Hal ini disebabkan pembuangan limbah industry di hulu sungai dimana limbah tersebut  pada dasarnya harus diolah terlebih dahulu sebelum benar2 aman dibuang ke badan air, lanjut penyebabnya adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri, saya ambil contoh yaitu banyak sampah2 yang ada di sungai siak ini, hal ini membuktikan bahwa dari masyarakat sendiripun masih tidak adanya kepedulian terhadap lingkungan dan juga hak pengguna lain, maksudnya hak pengguna lain disini adalah dengan mereka membuang sampah di sungai secara otommatis mereka tidak memikirkan dampak yang akan ditimbulkan kepada pengguna sungai. Sebenarnya masih banyak penyebab lainnya dari sungai Siak ini tercemar seperti, kurang perhatian pemerintah, lemahnya hokum, dll. Kalau di jabarkan maka akan menghabis banyak halaman…#tambah pasti bosan bacanya kan. Dari penyebab-penyebab yang sudah saya sebutkan diatas sehingga menjadikan Das Siak sangat tercemar baik dari segi Kuantitas-Kualitas-Kontinuitas, dari segi kuantitas N kontinuitas tidak saya bahas, soalnya bakal susah juga mahaminya, nah kalau dari segi kualitas sudah jelas, bisa di lihat warna air sungai siak sudak berwarna COKLAT, bisa di bilang hamper mirip SUSU COKLAT #maaf agak lebay. Dari factor kualitas warna air sungai itu lah asal-usul  judul artikel ini, warna yang demikian sudah menunjukkan bahwa air sungai siak sudah tercemarnya tentunya di tambah dengan faktor2 lainnya.






Sebenarnya ini adalah studi lapangan dari program studi saya yang di lakukan beberapa bulan yang lalu, jadi gak apa sedikit berbagi tentang kondisi saudara-saudara kita yang ada di bantaran Das siak, sekaligus mengajak teman chayoy semuanya untuk belajar menghargai pentingnya merawat lingkungan. Karena lingkungan yang sehat akan memunculkan manusia yang hebat. 

Mungkin artikel ini agak aneh yach di pandangan juri nantinya, tapi gpp setidaknya berbagi ilmu. Toh temanya tetap nyangkut  kan….? “Share Your Story About Pekanbaru” berbagi cerita tentang pekanbaru, dimana yang saya ceritakan disini adalah tentang sungainya (DAS Siak = Susu Coklat Alami Pekanbaru City) yang sudah tercemar.

6 Responses to "DAS Siak = Susu Coklat Alami Pekanbaru City"

  1. Masih mikir" kang tentang story saya di pekanbaru :D

    ReplyDelete
  2. ngomongin pekanbaru nih,, minta komentar tentang animasi tentang riau yang satu ini gan..
    http://ian-multimedia.blogspot.com/2013/12/animasi-wisata-riau.html/
    di tunggu komentarnya

    ReplyDelete